Berita

Cymbidium Hartinahium, Penamaan Anggrek Sebagai Bentuk Apresiasi terhadap Tien Soeharto

Cymbidium Hartinahium, Penamaan Anggrek Sebagai Bentuk Apresiasi terhadap Tien Soeharto

  • 16 days ago
  • Kesejahteraan Rakyat

Cymbidium Hartinahium merupakan salah satu anggrek yang menjadi primadona dalam kasanah keanekaragaman hayati di Indonesia. Penamaan anggrek ini merupakan bentuk apresiasi terhadap Siti Hartinah atau akrab disapa Tien Soeharto atas kecintaannya terhadap kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. Spesies ini ditemukan pada tahun 1976 oleh peneliti spesialis Herbarium Lipi,  E. Nasution, dan dikategorikan sebagai tanaman endemik karena hanya dapat ditemukan di lokasi asalnya yaitu di Desa Baniara Tele, Samosir, Sumatra Utara. Tumbuhan anggrek Cymbidium hartinahianum ini memiliki tampilan yang nyaris mirip dengan alang-alang.

Anggrek ini memiliki keunikan tersendiri karena tidak hidup menumpang pada batang pepohonan lain untuk mendapatkan sinar matahari melainkan hidup merumuput dan biasanya berdampingan dengan tanaman lain seperti jenis paku-pakuan, atau dalam kondisi lain berdampingan dengan tanaman predator Nephentes edwardsiana atau lebih dikenal dengan nama kantong semar. Tanaman Anggrek ini masuk pada kategori yang terancam punah, dilegitimasi dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 yang khusus mengatur  tentang keberlangsungan hidup keberadaan keanekaragaman hayati yang sudah masuk dalam kategori berbahaya.

Selain itu, spesies anggrek ini menjadi unik dan memiliki  tempat tersendiri di kalangan pemerhati tanaman anggrek. Sebab penamaan spesies anggrek tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada istri dari mantan presiden RI ke-2, HM Soeharto yaitu Tien Soeharto. Bentuk apresiasi pemberian nama terhadap tanaman anggrek ini didasari pada kecintaan ibu negara pada masa orde baru ini, Tien Soeharto terhadap kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. Kecintaan Tien Soharto terhadap anggrek terlihat dari pembangunan taman Anggrek Indonesia permai di Taman Mini Indonesia Indah.

Sumber : nationalgeographic.grid.id (dengan beberapa penyesuaian)

     

Komentar

blog comments powered by Disqus