Berita

Dirgahayu ke-74 Indonesiaku, Dirgahayu Tanah Air Tercintaku

Dirgahayu ke-74 Indonesiaku, Dirgahayu Tanah Air Tercintaku

  • 7 months ago
  • Opini dan Motivasi

Menyambut Dirgahayu Republik Indonesia ke-74 yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus membawa makna yang mendalam bagi seluruh bangsa Indonesia. Apabila kita mengingat perjuangan bangsa Indonesia kala itu dalam merebut Kemerdekaan Indonesia membuat kita semakin cinta dengan bangsa kita bangsa Indonesia.

Makna mendalam bagi sebuah bangsa juga direfleksikan oleh Hutomo Mandala Putra atau akrab disapa Tommy Soeharto yang merupakan Ketua Umum Partai Berkarya. Menurut HMP sebuah bangsa hanya bisa menjadi bangsa besar, jika masyarakatnya menghargai jerih payah dirinya lebih dari penghargaan mereka atas karya bangsa lain. HMP menyatakan bahwa negara harus menjadi tuan di negeri sendiri.

Salah satu cara untuk  mencintai bangsa kita sendiri yakni dengan menggunakan produk dan hasil jerih payah bangsa sendiri. Kita jangan tergantung kepada produk dan hasil jerih payah bangsa lain.

HMP mengungkapkan bahwa bangsa kita pernah membuktikan kepada dunia bahwa kita bisa hidup dari jerih payah dan hasil keringat sendiri. Hal tersebut dibuktikan dari prestasi Indonesia dalam mencapai swasembada beras yang diakui Organisasi Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) pada era pemerintahan Presiden RI HM. Soeharto di tahun 1984.

"Bangsa kita pernah membuktikan kepada dunia bahwa kita bisa hidup dari jerih payah dan keringat sendiri," ungkap HMP.

Untuk itu demi menanamkan rasa kecintaan kita kepada bangsa, HMP mengajak masyarakat Indonesia untuk membeli dan mengosumsi produk-produk bangsa sendiri. Tak hanya itu sebagai masyarakat Indonesia juga para generasi muda harus dapat mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bernillai positif. Dirgahayu Indonesiaku, Dirgahayu Bangsaku. Semoga dengan semangat kemerdekaan yang kita tanamkan dalam diri kita membuat bangsa kita semakin lebih baik dalam menghadapi tantangan masa depan.

         

Komentar

blog comments powered by Disqus