Berita

Doa Bersama, Titiek Soeharto Ajak Masyarakat  Bergerak Menuju Perubahan Indonesia yang Adil, Makmur, dan Sejahtera

Doa Bersama, Titiek Soeharto Ajak Masyarakat Bergerak Menuju Perubahan Indonesia yang Adil, Makmur, dan Sejahtera

  • 2 months ago
  • Opini dan Motivasi

Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto yang merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya beberapa waktu lalu menghadiri doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara di Taman Anggek, Taman Mini Indonesia Indah. Dalam kesempatan itu, Titiek mengungkapkan bahwa ia merasa sangat senang dapat bertemu dengan ibu-ibu majelis taklim dalam balutan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara Indonesia. Tak lupa, Titiek Soeharto juga mengajak peserta majelis taklim untuk memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT dan rahmat kepada Muhammad SAW yang telah menuntun manusia ke dalam kebenaran dalam iman dan Islam.

“Salawat kita panjatkan untuk Nabi Besar Muhammad SAW, yang menuntun manusia menuju kebenaran dalam iman dan Islam,” ungkap Titiek Soeharto.

Titiek menambahkan, doa bersama tersebut diselenggarakan bagi keselamatan bangsa dan negara apabila melihat situasi saat ini yang menurut Titiek mengkhawatirkan. Tak hanya itu, acara doa bersama itu pun akan dilanjutkan dengan kajian ilmu.

“Saya merasakan kekhawatiran melihat kondisi kebangsaan dan negara saat ini. Oleh karenanya, berdoa memohon pertolongan kepada Allah SWT adalah amanah yang tidak boleh lepas dari setiap insan,” tegas Titiek seperti yang dilansir dalam cendananews.

Sementara itu, Titiek juga mengingatkan bahwa permasalahan politik saat ini tentu berbeda dengan keadaan 10 tahun atau 20 tahun yang lalu. Dimana saat ini menjelang Pemilu mulai terjadinya benturan keras akibat adanya perbedaan pilihan politik. Hal ini terjadi di tingkat elit hingga ke masyarakat tingkat bawah. Bahkan, di lingkungan keluarga perpecahan itu terjadi. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan.

“Saat ini, menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres), tampaknya terjadi tanda benturan yang keras akibat perbedaan pilihan politik,” kata Titiek.

Tak hanya itu, Titiek juga sempat membagikan pengalamannya kepada para jamaah yang hadir terkait kunjungannya ke daerah-daerah. Dimana banyak masyarakat bawah yang rata-rata sangat mengeluhkan mengenai kesulitan perekonomian yang mereka hadapi, mulai dari harga bahan pokok yang melonjak tinggi, sulitnya mendapatkan pekerjaan untuk para suami dan anak-anak mereka juga tak lupa peredaran narkoba yang begitu marak di seluruh pelosok tanah air kita.

“Para petani, peternak, buruh dan nelayan, juga sama menyampaikan aspirasi kepada saya.  Mereka mengalami kesulitan akibat banyaknya komoditi impor yang secara langsung menganggu harga komoditi mereka,” ungkapnya.

Terakhir, Titiek Soeharto juga menyempatkan diri untuk mengajak jamaah yang mayoritas terdiri dari ibu-ibu tersebut untuk berjuang menuju perubahan Indonesia lebih baik ke depannya. Hal tersebut dapat dimulai dari penentuan pilihan dalam Pemilu 2019 yang tinggal menghitung hari lagi. Karena waktu terus berputar, kita harus terus bergerak menuju perubahan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.

“Saya ingatkan, bahwa pemilu pesta demokrasi tinggal 36 hari lagi. Waktu begitu cepat berlalu, kita tidak bisa berpangku tangan berdiam diri saja, tapi kita harus bergerak untuk menuju perubahan Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera,” tutupnya.

         

Komentar

blog comments powered by Disqus