Berita

Gaya Hidup yang Tak Pernah Lepas dari Sosok HM Soeharto

Gaya Hidup yang Tak Pernah Lepas dari Sosok HM Soeharto

  • 4 months ago
  • Opini dan Motivasi

Soeharto merupakan satu-satunya Presiden Republik Indonesia yang sangat kental dengan budaya tradisional, budaya yang penunh nilai dan makna. Terlahir dari keluarga yang berlatarbelakang Jawa tulen, mantan presiden RI ke-2 HM. Soeharto terlihat sangat menerapkan tradisi Jawa dalam keseharian. Namun, beliau juga tak menutup diri dari gaya hidup Barat. Semasa hidupnya, HM. Soeharto memiliki gaya hidup yang tak bisa dipisahkan darinya. Hal itulah yang juga menjadi ciri khas dari HM. Soeharto.

Pertama, mantan presiden RI Ke-2 ini sangat suka mengisap cerutu. HM. Soeharto biasa mengisap cerutu saat santai, seperti sedang memancing. Kebiasaan itu bahkan sampai diketahui pejabat asing.  Dalam buku Off The Record Vol.1 karya Suryadi A.P, Perdana Menteri Italia Giovanni Goria bahkan menghadiahkannya cinderamata tempat cerutu antik waktu berkunjung ke Indonesia pada 6-7 Januari 1988.

Namun, saat HM. Soeharto sakit dan mendapat larangan dari Dokter, maka kesukaannya pada cerutu harus ditahan. Kemudian ia beralih dari mengisap menjadi menggigiti cerutu. Ada hal unik yang dapat kita ketahui, jadi apabila kita melihat Soeharto menggigiti cerutu kecil, itu menandakan beliau lagi banyak pikiran dan masalah. Sebaliknya, jika ia menggigit-gigit cerutu besar, itu menandakan mood HM. Soeharto sedang baik.

Selain mengisap cerutu, HM. Soeharto  juga dikenal dengan kebiasaan mengenakan kemeja safari saat berdinas, termasuk saat turun ke lapangan. Hal itu terlihat ketika beliau berada di sawah, beliau tetap mengenakan kemeja safari dan ditambahkan dengan mengenakan caping petani di kepalanya. Kemudian, beliau  berdiri di tengah sawah dan memotong padi, lalu mengangkat padinya dengan tangan. Seperti diketahui, pose itu menjadi salah satu gaya andalan HM. Soeharto yang bahkan sampai ditiru oleh beberapa Presiden Indonesia berikutnya.

Dalam menjalani aktivitasnya, HM. Soeharto masih tetap perhatian akan kesehatannya. Karena HM. Soeharto menyadari jika ia hanya mengurung di dalam rumah Cendana, tidak membuat tubuhnya sehat bugar. Untuk itu, beliau biasa menjemur badan saat tidak ada tamu yang mengunjunginya. Hal tersebut telah menjadi rutinitasnya setiap pukul 8 atau 9 pagi.

Minum teh menjadi sebuah rutinitas gaya hidup HM. Soeharto dalam mengakhiri pertemuan dengan tamunya. Orang yang sering menemuinya  tentu sudah mengetahui bahwa sebelum diminta minum teh, artinya perbincangan dalam pertemuan itu belum selesai.

Lalu, untuk mengusir rasa jenuh dan bosan ketika dalam perjalanan, HM. Soeharto kadang menjahili istrinya. Kejahilannya itu ternyata bertujuan untuk menghibur istrinya dan melihatnya tersenyum bersama HM. Soeharto.

Terlahir dari keturunan Jawa tulen yang sangat mengenal tradisi sungkeman membuat  HM. Soeharto selalu menjalankan tradisi tersebut. Semasa hidupnya, tradisi sungkeman pada saat lebaran terus dilakukan oleh HM. Soeharto dan menjadi teladan turun temurun bagi anak-anak HM. Soeharto, cucu, hingga cicitnya. Menurut HM Soeharto, hal utama dari  sungkeman yakni bersimpuh di bawah kaki ibu dan meminta doa restu serta mengungkapkan rasa terima kasih kepada orangtua. Hal ini jugalah yang hingga saat ini tetap mendarah daging di kalangan keluarga besar Almarhum HM. Soeharto.

         

Komentar

blog comments powered by Disqus