Berita

Hadiri 212, Titiek Duduk Berbaur Dengan Masyarakat

Hadiri 212, Titiek Duduk Berbaur Dengan Masyarakat

  • 15 days ago
  • Opini dan Motivasi

Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto yang merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya turut hadir bersama para ribuan peserta alumni reuni aksi 212 untuk melaksanakan salat subuh berjemaah dan seluruh rangkaian kegiatan reuni aksi 212 di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu 2 Desember 2018.

Dengan berbalut baju serba putih, Titiek bersama rombongan menyatu dengan para ribuan peserta alumni reuni aksi 212 di pelataran monas. Selama rangkaian kegiatan alumni reuni aksi 212, Titiek tampat terlihat khusuk bersama para jamaah lainnya yang mengikuti salat  tahajud, salat  subuh dan doa-doa sejak pukul 03.00 WIB. Sementara itu, melihat berlimpahnya para peserta alumni reuni aksi 212, Titiek mengungkapkan lautan manusia ini sebagai bukti atas kecintaan masyarakat kepada Allah SWT. Meski mereka tak dibayar dan sempat memperoleh hambatan, tapi mereka tetap datang ke Monas untuk hadir dalam reuni 212.

“Subhanallah manusia tumpah ruah berlimpah di sini. Ke mana kita berjalan,  lautan manusia. Semua itu karena kecintaannya kepada Allah SWT. Nggak ada yang dibayar, nggak ada yang digebah (gerakan) untuk datang. Tapi, kita semua datang ke sini,” ungkap Titiek Soeharto.

Tak seperti tokoh lainnya yang memilih duduk di panggung, Titiek Soeharto mengaku lebih memilih duduk berbaur dengan masyarakat. Karena ia ingin merasakan nikmat salat  subuh jamaah bersama para peserta reuni Aksi 212 yang jumlahnya ratusan hingga jutaan yang datang dari berbagai daerah.

“Saya tidak duduk di panggung. Saya duduk berbaur dengan masyarakat, merasakan bagaimana nikmatnya salat subuh dengan ratusan atau mungkin jutaan orang di sini, ya,” ujar Titiek.

Seperti diketahui, sejak menjelang tengah malam, para peserta reuni Aksi 212 mulai berdatangan dari berbagai wilayah ke Monas.  Bahkan, usai salat subuh, banyak massa yang terus berdatangan. Meskipun sekitar Monas terlihat seperti lautan manusia, namun mereka tetap terlihat tertib dan tak henti mengalunkan kalam Illahi. Titiek pun menilai, semangat para peserta reuni Aksi 212 yang tumpah dalam kebersamaan sangat luar bisa. Ia juga berharap semoga ini bisa melanjutkan doa-doa untuk bangsa dan negara.

“Semangatnya kita kebersamaan, walaupun tidak boleh kampanye. Tapi kebersamaan dalam mewujudkan cita-cita pada 2019 nanti,” tutur Titiek.

Dalam acara tersebut, Titiek juga mengungkapkan bahwa ia bersama para peserta Aksi 212 melantunkan doa untuk harapan dalam mewujudkan perubahan bangsa. Saat salat subuh berjamaah, doa qunut dilantunkan. Seusai menunaikan salat  subuh, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan zikir dan istighotsah kubro. Acara berlanjut hingga waktu salat zuhur tiba.

“Salat subuh, kita bacakan qunut dengan doa-doa yang banyak sekali. Dan itu permintaannya, begitu banyak untuk bangsa dan negara. Doa itu diaminkan oleh jutaan umat. Saya rasa itu pintu langit juga terketuk atau terbuka untuk doa-doa kita. Mudah-mudahan, insyaallah,” pungkas Titiek Soeharto.

     

Komentar

blog comments powered by Disqus