Berita

HM. Soeharto, Bakti Pada Sang Ibu adalah Bentuk Amalan Pada Sang Pencipta

HM. Soeharto, Bakti Pada Sang Ibu adalah Bentuk Amalan Pada Sang Pencipta

  • 2 months ago
  • Opini dan Motivasi

Momen peringatan Hari Ibu yang telah kita peringati pada tanggal 22 Desember kemarin menjadi sebuah momen dimana kita sebagai seorang anak harus selalu menyayangi seorang wanita yang telah melahirkan kita. Tak hanya dalam momen Hari Ibu saja kita menyayangi ibu kita, tapi harus kita lakukan setiap hari. Hal itu lah yang selalu diterapkan oleh mantan Presiden RI ke 2, HM. Soeharto.

Seperti diketahui, HM. Soeharto sangat dikenal menjunjung tinggi harkat dan martabat seorang ibu. Hal tersebut ditunjukkan oleh HM. Soeharto pada suatu waktu, ia terlihat tampak menggendong ibunya turun dari mobil. Saat itu, sebenarnya bisa saja pengawal atau ajudan yang menggendong ibunya, namun sebagai bukti baktinya pada sang ibunda, HM. Soeharto yang menggendong ibunya sendiri. Penghormatan yang begitu tinggi kepada sang ibu dijadikan HM. Soeharto sebagai bentuk amalan. Karena siapa pun yang memuliakan orang tuanya di dunia, maka Allah juga akan mengangkat derajatnya tinggi-tinggi.

Seperti dilansir dalam buku "Jejak Langkah Pak Harto 01 Oktober 1965-27 Maret 1968", bahwa pada setiap peringatan Hari Ibu pada era Orde Baru, HM. Soeharto selalu menyampaikan sambutannya. Sebagai contoh, pada peringatan Hari Ibu tanggal 22 Desember 1967, HM. Soeharto memberikan imbauan pada kaum ibu, hendaknya tidak mendorong suami merugikan negara.

Selain itu, peringatan Hari Ibu, 22 Desember 1979, Presiden Soeharto menyerukan kepada kaum wanita Indonesia, terutama kepada semua organisasi wanita, agar memikirkan dan mengambil langkah yang memungkinkan kaum wanita untuk meningkatkan peranan dalam pembangunan. Namun, terlepas dari hal itu seorang ibu tetap harus melaksanakan tugas kodratinya dengan sangat baik.

“Akan tetapi kita ingatkan agar kaum ibu tetap dapat melaksanakan tugas kodratinya dengan baik, yaitu sebagai ibu rumah tangga,” jelas HM. Soeharto.

Tak berhenti sampai di situ, HM. Soeharto juga meminta para kaum wanita untuk terus menerus melakukan upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Karena fungsi seorang ibu sebagai "madrasah" bagi anak-anaknya. Sebab, hal itu penting dalam upaya kita menciptakan pertumbuhan generasi baru bangsa Indonesia yang cerdas dan mampu bersaing dengan dunia luar.


Sumber : berbagai sumber (dengan beberapa penyesuaian)

         

Komentar

blog comments powered by Disqus