Berita

Mengenal Muhamad Ludfy, Caleg DPR RI Dapil 2 NTT Yang Peduli Pada Sektor Pertanian dan Perikanan di NTT

Mengenal Muhamad Ludfy, Caleg DPR RI Dapil 2 NTT Yang Peduli Pada Sektor Pertanian dan Perikanan di NTT

  • 4 months ago
  • Opini dan Motivasi

Menjelang Pileg 2019 yang tepatnya akan berlangsung pada 17 April 2019 mendatang membuat para Caleg, Kader dan Simpatisan Partai Politik semakin gencar dan memanaskan mesin untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat dan mempromosikan program-program yang akan dilakukannya ketika terpilih dan duduk di kursi Parlemen. Para Caleg pun sudah mulai menarik simpati masyarakat untuk meraih suara pemilih sebanyak-banyakanya dalam Pemilu mendatang. Hal itulah yang juga dilakukan oleh salah seorang Caleg dari Partai Berkarya, Muhamad Ludfy.

Dalam sebuah kesempatan, Ludfy sapaan akrabnya yang merupakan Caleg DPR RI Dapil II NTT ini mengaku sudah berkeliling ke hampir seluruh daerah pemilihannya yang meliputi Malaka, Attambua, Kupang, So'e, Flores, Sumba Barat, Sumba Besar, Sumba Kecil dan beberapa daerah lainnya untuk menyosialisasikan program Partai Berkarya dan cita-cita mantan Presiden RI ke-2, HM. Soeharto.

"Betapa ingin masyarakat NTT melihat kembali cita-cita almarhum Presiden Soeharto seperti ungkapannya yang hingga kini masih terngiang adalah Indonesia tinggal landas. Indonesia Macan Asia. Dua kalimat itu masih tersimpan di belakang kepala masyarakat NTT,” ungkap Muhamad Ludfy seperti yang dilansir dalam wartalika.id.

Lebih lanjut, Muhamad Ludfy mengungkapkan bahwa menurutnya pertanian harus menjadi penggerak ekonomi nasional. Sebab, HM. Soeharto merupakan salah seorang pemimpin bangsa yang sangat peduli dengan pembangunan sektor pertanian. Karena menurut Ludfy, petani NTT masih hidup miskin. Seperti yang digambarkan olehnya, untuk mendapatkan uang Rp 20.000/hari pertani NTT masih merasa kesulitan.

"Masyarakat masih belum lupa bagaimana Pak Harto sangat peduli dengan pembangunan sektor pertanian. Saya hidup di era kepemimpinan Pak Harto, dan merasakan bagaimana pertanian menjadi penggerak ekonomi nasional," kata Muhamad Ludfy.

Sementara itu, Muhamad Ludfy mengaku bahwa dirinya tidak ingin mengumbar janji kepada masyarakat. Tapi, dirinya justru akan memperlihatkan keberpihakannya kepada petani miskin dan berencana mendirikan koperasi untuk menampung hasil bumi petani NTT. Seperti kebijakan Hutomo Mandala Putra akrab Tommy Soeharto yang merupakan Ketua Umum Partai Berkarya yang begitu memperlihatkan kepedulian yang luar biasa kepada petani. Bahkan HMP rela menunda kunjungannya ke Papua, Dapil tempat ia mencalonkan diri demi untuk membina kelompok tani di sejumlah kabupaten di NTT dan daratan Timor Barat.

"Rencananya, koperasi membeli produk petani dengan harga layak dan memasarkannya. Partai Berkarya ingin petani merdeka dari tengkulak,” tutur Muhamad Ludfy.

Tak hanya itu, Muhamad Ludfy juga menambahkan bahwa potensi NTT tidak hanya di sektor pertanian, tetapi juga pada sektor perikanan. Untuk itu, bersama Partai Berkarya dirinya sudah mempunyai program untuk membantu para nelayan dalam memasarkan hasil tangkapannya ke berbagai wilayah di Indonesia. Seperti yang telah disebutkan, ia akan membangun cold storage yang akan dikelola oleh koperasi nelayan yang akan dibangun di tiga kabupaten yang memiliki garis pantai.

"Saya akan berusaha membangun cold storage yang dikelola koperasi nelayan. Bahkan, cold storage akan coba dibangun di tiga kabupaten yang memiliki garis pantai, yaitu Atambua, Alor, dan Ende,” tambah Muhamad Ludfy.

Namun, di luar rencananya dalam memasarkan hasil tangkapan para nelayan, saat ini Muhamad Ludfy sudah membantu nelayan dengan menyediakan kapal-kapal nelayan yang bisa digunakan untuk menangkap ikan. Hasil tangkapan tersebut dibagi dua yakni untuk nelayan dan membantu pembangunan masjid. Tak berhenti sampai di situ, Muhamad Ludfy pun juga menerapkan gagasan lain yakni menjual hasil tangkapan nelaya di koperasi dengan sistem titip jual menggunakan kupon. Selain membantu memasarkan hasil tangkapan, koperasi tersebut juga memberi modal kerja untuk para nelayan.

"Berapa ton yang mereka jual per pekan tercatat. Koperasi juga memberi modal kerja untuk pembelian solar sampai konsumsi para nelayan selama melaut," terang Muhamad Ludfy.

Terakhir, dirinya mengatakan bahwa para warga pedalaman NTT begitu antusias dengan kehadiran Partai Berkarya dan keluarga mantan Presiden RI ke-2 HM. Soeharto tersebut. Menurut Ludfy, para warga NTT berharap bersama Partai Berkarya NTT akan semakin maju di masa depan. Bahkan salah seorang warga menyebut Partai Berkarya lebih berguna untuk bangsa dan negara.

“Bahkan ada yang bilang Partai Berkarya lebih berguna untuk bangsa dan negara  oleh karena itu tugas para caleg harus mampu mewujudkan harapan masyarakat dengan mengubah situasi perekonomian di dapil masing-masing,” jelas Muhamad Ludfy.

 

         

Komentar

blog comments powered by Disqus