Berita

MK Akan Gelar Sidang Pendahuluan PHPU Pileg 2019 Selama Empat Hari

MK Akan Gelar Sidang Pendahuluan PHPU Pileg 2019 Selama Empat Hari

  • 3 months ago
  • Isu Nasional

Masih dalam rangkaian sidang kedua Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pileg 2019, dalam sidang perdana hari ini, Rabu 10 Juli 2019 Mahkamah Konstitusi (MK) mengagendakan pemeriksaan persidangan.

Mengutip dari republika.co.id, Juru Bicara MK Fajar Laksono mengungkapkan bahwa pihalnya akan memeriksa kelengkapan dan kejelasan materi permohonan. "Hari ini agendanya pemeriksaan persidangan. Majelis Hakim memeriksa kelengkapan dan kejelasan materi permohonan," ungkap Fajar Laksono.

Seperti diketahui, sidang pendahuluan akan digelar selama empat hari berdasarkan pengelompokan jadwal yang telah ditentukan. Pada Selasa, sidang pendahuluan diperuntukkan bagi lima provinsi, yakni Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku Utara dan Papua.

Lalu, di hari selanjutnya akan ada sembilan provinsi yang menjalani sidang, yakni Nusa Tenggara Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Banten, Sulawesi Utara, Lampung, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah. Pada  keesokan harinya, MK menjadwalkan sidang untuk sembilan provinsi, yakni Sumatra Utara, Maluku, Sumatra Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, DI Yogyakarta, Papua Barat, Kepulauan Riau dan Kalimantan Timur.

Pada hari terakhir, MK menggelar sidang untuk 11 provinsi,  yakni Jambi, Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Bengkulu, Riau dan Kalimantan Selatan. Kemudian, MK akan menggelarkan sidang pemeriksaan pada 15 Juli hingga 30 Juli 2019. Pengucapan putusan akan dilakukan pada 6 Agustus sampai 9 Agustus 2019.

Dalam hal ini, MK menyidangkan sengketa PHPU Legislatif dalam tiga panel. MK telah meregistrasi 260 sengketa PHPU Pileg yang terdiri dari 250 perkara PHPU DPR RI/DPRD dan 10 perkara PHPU DPD RI. Dari 250 perkara PHPU Pileg DPR RI/DPRD, terdapat 249 perkata yang diajukan oleh partai politik dan satu perkara diajukan masyarakat adat Papua.

 

 

Sumber : repulika.co.id dengan beberapa penyesuaian

         

Komentar

blog comments powered by Disqus