Berita

Partai Berkarya Menilai Wacana Kemendikbud Hidupkan PMP Sebagai Bentuk Pengakuan HM. Soeharto

Partai Berkarya Menilai Wacana Kemendikbud Hidupkan PMP Sebagai Bentuk Pengakuan HM. Soeharto

  • 19 days ago
  • Pendidikan

Dalam waktu dekat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berwacana akan segera menghidupkan kembali Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Tampaknya wacana tersebut sangat disambut oleh banyak orang, tak terkecuali Priyo Budi Santoso yang merupakan Sekretaris Jenderal Partai Berkarya. Priyo menilai wacana ini sebagai bentuk pengakuan terhadap Presiden RI ke-2, HM. Soeharto.

"Meskipun terlambat karena disampaikan di ujung akhir pemerintahan Pak Jokowi, ini kan bentuk pengakuan. Fakta dan pengakuan bahwa ada hal positif dari Pak Harto yang bisa diadopsi," ungkap Priyo.

Seperti diketahui, PMP merupakan mata pelajaran wajib yang mulai muncul sejak diberlakukannya kurikulum 1975. Kemudia nama mata pelajaran PMP berubah menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang berdasarkan pada Kurikulum 1994. Priyo mengungkapkan bahwa banyak fakta hal-hal positif pada zaman HM. Soeharto yang dapat diadopsi, bukan sebaliknya berpandangan negatif dengan hal-hal yang berbau HM. Soeharto.

"Ini salah satu fakta bahwa banyak hal-hal positif pada zaman Pak Harto yang mestinya bisa diadopsi bukan semuanya dimusuhi. Fakta banyak hal yang positif pada zaman Pak Harto bisa diadopsi, bukan sebaliknya seolah phobia terhadap atau tidak ramah dengan apa yang berbau Pak Harto," ungkap Priyo.

Sementara itu, Priyo bercerita bahwa semasa sekolah ia masih sempat mendapatkan pelajaran PMP, sebelum pelajaran tersebut ditiadakan di sekolah-sekolah. Kemudian, setelah PMP ia juga mendapatkan pelajaran Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila (P4) yang diberikan kepada para peserta didik. Untuk itu, saat Priyo mendengar bahwa ada wacana dari Kemendikbud untuk menghidupkan kembali pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP), ia begitu sangat mengapresiasi wacana yang dicanangkan Kemendikbud tersebut. Meskipun pada awalnya Priyo merasa sangat terkejut. Sebab, para era pemerintahan presiden RI ke-2, HM. Soeharto, mata pelajaran PMP termasuk salah satu mata ajar yang diwajibkan pada seluruh tingkatan, mulai dari SD hingga tingkat yang lebih tinggi.

"Saya memberi apresiasi tinggi, saya agak surprise dan memberi apresiasi terhadap rencana pemerintah, Kemdikbud. Saya apresiasi Mendikbud untuk menghidupkan kembali mata pelajaran PMP karena pada zaman Pak Harto dulu PMP termasuk mata ajar yang diwajibkan pada seluruh tingkatan mulai dari SD sampai ke lebih tinggi bahkan ada sistem dengan Penataran P4," ujar Priyo.

Priyo menambahkan, saat ini mata pelajaran PMP sangat dibutuhkan untuk generasi milenial saat ini. Namun, dalam hal ini Priyo tetap mengkritisi, mengapa pemerintah baru mewacanakannya jelang berakhirnya masa jabatan.

"Dalam situasi sosial sampai sekarang ini, PMP tersebut dirasa penting. Ini agak terlambat tapi tetap kami hargai," tambah Priyo.

     

Komentar

blog comments powered by Disqus