Berita

Partai Berkarya Ungkap HM. Soeharto Sebagai Pionir Pemberantasan Korupsi Indonesia

Partai Berkarya Ungkap HM. Soeharto Sebagai Pionir Pemberantasan Korupsi Indonesia

  • 3 months ago
  • Isu Nasional

Badaruddin Andi Picunang atau akrab disapa Badaruddin yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Berkarya mengungkapkan bahwa mantan presiden RI ke-2 HM. Soeharto justru merupakan pionir pemberantasan korupsi di Indonesia, yang terbukti dari Undang-Undang Pidana Antikorupsi. Seperti diketahui, Undang-Undang Pidana Antikorupsi tersebut selalu menjadi prioritas utama di era pemerintahan HM. Soeharto. Hal itu membuat Partai Berkarya tak ragu untuk menyematkan predikat Bapak Pembangunan dan Bapak Ideologis Partai Berkarya kepada HM. Soeharto

"Jadi tak ada keraguan padanya untuk menyematkan bapak pembangunan Indonesia. Bapak ideologis Partai Berkarya," ungkap Badaruddin beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Badaruddin juga menambahkan bahwa HM. Soeharto juga telah membuat Undang-undang Nomor 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dengan adanya pembuatan Undang-undang tersebut justru menunjukkan bahwa pemerintahan HM. Soeharto serius menangani korupsi di Indonesia.

"Terlalu naif bila TAP MPR no 11 tahun 1998 tentang Penyelenggara Negara bebas KKN dialamatkan ke rezim Pak Harto," tambah Badaruddin.

Terlepas dari hal tersebut, Badaruddin memastikan bahwa kader-kader Partai Berkarya hanya mengambil semangat dan ideologi HM. Soeharto untuk diterapkan saat ini dan masa depan. Di antaranya adalah trilogi pembangunan yang terdiri dari stabilitas, pertumbuhan, dan pemerataan. Sebab trilogi tersebutmasih sejalan dengan tuntutan zaman saat ini. Tak Bahkan dalam AD/RT Partai Berkarya  pun sudah tercantum misi memberantas KKN.  

"Masih banyak program-program positif beliau patut ditiru. Bukan rezim dan orang-orangnya yang mau dikembalikkan. Di Partai Berkarya juga banyak tokoh reformis dan masa kini. Bahkan dalam AD/ART Partai Berkarya tercantum misi memberantas KKN," tutup Badaruddin.

         

Komentar

blog comments powered by Disqus