Berita

Pesan Bijak HM. Soeharto Pada Setiap Momen Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Era Orde Baru

Pesan Bijak HM. Soeharto Pada Setiap Momen Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Era Orde Baru

  • 9 months ago
  • Pernyataan Politik

Kemarin, tepatnya tanggal 20 November 2018, selurut umat Islam di Indonesia memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Perayaan Maulid Nabi Muhammas SAW merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai ekspresi dari kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW yang membawa umat Islam keluar dari zaman kegelapan menuju alam yang terang benderang.

Di era orde baru, setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Presiden HM. Soeharto selalu memberikan pesan-pesan bijak kepada rakyat Indonesia. Seperti dilansir dari laman soeharto.co, Presiden HM. Soeharto menyatakan bahwa agama Islam mengajarkan kita untuk selalu bersikap optimis dalam menghadapi segala macam tantangan dan persoalan. Dalam Al Quran sudah ditegaskan bahwa putus asa adalah bukan sifat dan sikap seorang yang beriman dan seorang umat Nabi Muhammad SAW bukanlah orang yang lemah dan tak bersemangat.

“Kalau kita ingin panen, kita harus menanam. Kalau kita ingin berhasil, kita harus berusaha. Kalau kita ingin menang, kita harus berjuang. Ini adalah adat dunia. Karena itu, kalau kita ingin maju, ingin sejahtera dan ingin hidup dalam masyarakat yang berkeadilan, kita harus berani berjuang dan sanggup berkorban,” ungkap Presiden HM. Soeharto

Sementara itu, mantan Presiden RI ke-2, HM. Soeharto menekankan bahwa kita harus bersedia menunda kesenangan sekarang demi kesenangan di masa yang akan datang. “Kita harus bersedia mendahulukan kepentingan masa depan dari pada kepentingan masa kini. Artinya, kita harus bekerja keras, tekun dan jujur demi kepentingan hari ke depan serta demi generasi yang akan datang,“ tutur Presiden HM. Soeharto.

Mantan Presiden RI ke-2, HM. Soeharto berpendapat bahwa salah satu ajaran Nabi Muhammad SAW yang sangat tepat bagi kita sebagai bangsa yang membangun ialah "semangat" menanam hari ini untuk dipetik hasilnya kelak oleh generasi mendatang.

Presiden Soeharto mengungkapkan salah satu ajaran nabi Muhammad SAW yang sangat penting, yang dianggap sangat tepat bagi kita sebagai bangsa yang membangun ialah “semangat” menanam hari ini untuk dipetik hasilnya kelak, oleh generasi yang akan datang. “Agama kita mengajarkan, bahwa kesenangan hidup tidak hanya terdapat dalam masa panen, tetapi juga ketika kita sedang menanam. Bahkan, kita harus berpantang untuk panen tanpa menanam,” ujar HM. Soeharto.

Seperti yang dilansir dari soeharto.co, Presiden HM. Soeharto mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa umat manusia hakikatnya merupakan suatu "Keluarga Illahi". Beliau pun menambahkan bahwa orang yang paling dicintai oleh Tuhan ialah mereka yang paling baik terhadap sesama keluarga ilahi.

“Karena itu, kesadaran bahwa kita pada hakikatnya adalah suatu keluarga, perlu dihayati, lebih-lebih bagi kita yang hidup sebagai satu bangsa dalam satu negara yang mengandung berbagai kemajemukan. Dan, memang cinta kekeluargaan itulah yang menjiwai dan mewarnai kebudayaan bangsa kita. "Cinta kekeluargaan itu harus kita resapi dan hayati bersama dalam mengembangkan kehidupan agama di Tanah Air kita,“ jelas Presiden HM. Soeharto.

Dalam setiap peringatan momen Maulid Nabi Muhammad SAW, mantan Presiden RI ke-2, HM. Soeharto mengajak umat Islam untuk menyadari sedalam-dalamnya bahwa menyusutnya peranan agama dalam kehidupan masyarakat akan berdampak buruk pada kehidupan masyarakat ke depannya. Oleh karenanya kita perlu menjaga dan memelihara kegiatan dakwah keagamaan.

“Dalam rangka ini, maka merupakan kepentingan dan keperluan kita untuk menjaga dan memelihara kegiatan dakwah keagamaan,“ ungkap Presiden Soeharto.

Selain itu, Presiden RI ke-2 HM. Soeharto yang dikenal sebagai ‘The Smiling Jenderal’ itu memang selalu bersikap optimis. Sikap ini berkaitan erat dengan harapan dan impian kita akan sesuatu yang lebih baik ke depannya dibandingkan dengan yang sebelumnya. Karena, jika kita selalu menerapkan diri menjadi orang yang optimis, dengan sendirinya tentu hidup kita berubah dan bisa menjadi lebih baik.

 

Sumber : berbagai sumber (dengan beberapa penyesuaian)

         

Komentar

blog comments powered by Disqus