Berita

Priyo: 1 (satu) Pemilih Saja Merupakan Permasalahan Konstitusi

Priyo: 1 (satu) Pemilih Saja Merupakan Permasalahan Konstitusi

  • 3 months ago
  • Isu Nasional

Priyo Budi Santoso atau akrab disapa Priyo yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Berkarya melakukan pertemuan dengan Komisioner KPU beberapa waktu lalu. Setelah melakukan pertemuan dengan Komisioner KPU, Priyo mendapat informasi  bahwa masih ada 31  juta warga yang memiliki hak pilih, namun tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2019 yang tinggal beberapa bulan lagi diselenggarakan.

Melihat hal tersebut, Priyo menegaskan bahwa jumlah 31 juta yang belum masuk DPT merupakan jumlah yang serius. Untuk itu, ia bersama koalisinya mendorong supaya KPU juga serius memasukkan jumlah tersebut ke dalam DPT selama masa perbaikan ini.

"Karena 31 juta yang disodorkan Kemendagri ini mengagetkan kita semua, kami ingin memastikan bahwa penetapan DPT nanti tidak membuka pertanyaan-pertanyaan yang tidak perlu," ujar  Priyo.

Priyo mencermati data tersebut secara lengkap detail dan mempunyai metode cara yang sama. Dengan begitu hasilnya pasti sama. Priyo berpendapat terkait tahapan DPT itu perlu ada sesuatu yang harus diperbincangkan bersama yakni daya dari Kemendagri tersebut. Karena menurutnya, jangankan 31 juta, 1 pemilih saja sudah menjadi persoalan bangsa konstitusi.

"Itulah yang kami perbincangkan dan mudah-mudahan dalam satu sampai dua hari ini bisa tercapai kesepakatam akan duduk bersama," ungkapnya.

Sementara itu, Priyo juga menuturkan bahwa Partai Berkarya dan koalisinya akan mengadakan pleno di tingkat provinsi sebelum ke pusat. Karena menurut Priyo persoalan ini dianggap serius. Sebab hal ini untuk memastikan tidak ada warga negara yang haknya tercecer. Baik di tingkat provinsi sekali pun akan kami lakukan hingga menjelang ke pleno KPU mendatang.

"KPU kemungkinan saja mengundang kita rencananya tanggal 13 Desember, tapi hari-hari itu krusial bagi semua penyelenggara pemilu dan peserta pemilu untuk memastikan suara ini berapa," kata Priyo.

         

Komentar

blog comments powered by Disqus