Berita

Saatnya Penerapan Trilogi Pembangunan Untuk Indonesia Tinggal Landas

Saatnya Penerapan Trilogi Pembangunan Untuk Indonesia Tinggal Landas

  • 7 months ago
  • Ekonomi

Salah satu konsepsi pembangunan bangsa Indonesia yang dirintis dan diperjuangkan oleh Presiden RI Ke-2, H.M. Soeharto yaitu tinggal landas. Tinggal landas merupakan suatu skenario yang membawa Indonesia sebagai bangsa mandiri dan berdaulat, baik eksistensi kewilayahan (teritori), hankam, ekonomi, hukum, sosial budaya, teknologi maupun politik internasional. Satu level dimana bangsa Indonesia bisa berdiri di atas kemampuannya sendiri, serta dapat sejajar dengan bangsa-bangsa maju dan mampu memanfaatkan potensi besar yang dimilikinya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.

 Tinggal landas diperjuangkan melalui pendekatan trilogi pembangunan, yaitu stabilitas (keamanan yang stabil), pembangunan di segala bidang dan pemerataan pembangunan beserta hasil-hasilnya. Tanpa stabilitas, energi bangsa kita tentu tidak bisa dialokasikan secara penuh untuk membangun dan mewujudkan kesejahteraan bersama. Dengan stabilitas yang terjamin, semua potensi besar bangsa kita dengan sendirinya akan tergerak untuk berkontribusi mewujudkan kemakmuran segenap masyarakat.

Dalam hal pembangunan, harus dikelola dengan sedemikian rupa. Hal itu untuk mewujukan kedaulatan ekonomi dalam satu struktur pertanian yang tangguh (kedaulatan pangan) dan industri yang kuat (kekuatan teknologi dan SDM). Hal ini menjadi kurang bermakna ketika mayoritas pergerakan ekonomi bukan atas kemampuan pengelolaan bangsa sendiri, yang berarti hanya menjadi halaman belakang dominasi percaturan perekonomian internasional.

Pembangunan juga harus merata, baik pelaksanaannya, maupun hasil-hasilnya, untuk bisa diakses dan dinikmati seluruh rakyat. Pembangunan yang hanya menghasilkan kemakmuran ekonomi masyarakat pada sekelompok masyarakat kecil tidak sejalan dengan amanat Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Saat ini bangsa kita masih didera oleh maraknya berbagai instabilitas oleh konflik-konflik horisontal maupun bentuk-bentuk kekerasan yang terjadi di masyarakat. Rasa aman sudah seperti  menjadi barang mahal dan masih harus diperjuangkan agar dapat terwujud. Sementara itu, bangsa kita juga masih dihadapkan pada permasalahan ketahanan pangan, dan masih cukup jauh langkah yang harus ditempuh untuk mencapai level kedaulatan pangan. Begitu pula dengan kemandirian industri, bangsa kita masih menjadi pasar bagi produk-produk teknologi.  Terlebih kesenjangan antara kelompok kaya dan berpenghasilan rendah yang juga masih harus dipersempit.

Ketika situasi kebangsaan kita saat ini berada dalam sebagaimana ilustrasi di atas, maka konsepsi tinggal landas dan pendekatan trilogi pembangunan, bukan hanya relevan, namun  masih sangat dibutuhkan. Dulu kita sempat swasembada beras, menjadi regional leader di Asia tenggara, bahkan bisa mengonsolidasi negara-negara Non Blok maupun solidaritas negara-negara berpenduduk muslim (OKI). Hal tersebut setidaknya sejalan dan bahkan mendukung visi pembangunan bangsa kita. Usaha pertanian dan pemenuhan pangan kita berada dalam level memadai. Begitu pula dengan kekuatan industri yang sudah mengarah pada kemandirian industri strategis. Namun, saat ini level internasional bangsa kita pun masih harus diperjuangkan kembali. Selain itu, kemandirian usaha pertanian dan industri dalam negeri kita ini masih banyak yang memerlukan pembenahan.

Terakhir, untuk membawa bangsa kita lepas landas, itu merupakan sebuah tantangan yang harus kita perjuangkan,. Hal itu perlu kita lakukan agar pembangunan bangsa kita tidak jalan di tempat dan menjadi halaman belakang dalam percaturan internasional, baik secara ekonomi maupun geopolitik. Sejauh ini, trilogi pembangunan masih merupakan sebuah konsep efektif dalam mengantarkan bangsa kita lepas landas.

         

Komentar

blog comments powered by Disqus