Berita

Setelah Proses Registras Usai, MK Akan Segera Gelar Sidang Perdana Sengketa PHPU Pileg 2019

Setelah Proses Registras Usai, MK Akan Segera Gelar Sidang Perdana Sengketa PHPU Pileg 2019

  • 11 months ago
  • Isu Nasional

Setelah sidang sengketa gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 telah dibacakan hasil Putusan sidang tersebut oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pekan lalu. Saat ini, MK mulai menangani sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 yang dimulai pada  hari ini, Senin, 1 Juli 2019.

"Hari Senin, kami mulai registrasi dari permohonan sudah masuk kemarin. Tanggal 1 Juli, kami registrasi," ungkap juru bicara MK, Fajar Laksono yang dilansir dalam tribunnews.com.

Seperti diketahui, MK sudah menerima sebanyak 339 berkas permohonan sengketa hasil pileg, 329 merupakan berkas sengketa hasil pileg untuk tingkat DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, sedangkan 10 berkas untuk tingkat DPD RI. Untuk pengajuan permohonan PHPU DPR, DPD, dan DPRD sudah diberikan kesempatan kepada para pemohon pada 25 April-25 Mei 2019. Pihak MK juga sudah melakukan pemeriksaan kelengkapan permohonan. Sedangkan bagi para pemohon yang berkasnya belum lengkap, pihak MK akan melakukan pencatatan permohonan pemohon dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK).

Tak hanya itu, pihak MK pun juga akan melakukan penelaahan sebanyak 339 berkas permohonan apakah layak untuk diperiksa ke tingkat pemeriksaan pendahuluan. "Kami menelaah secara berkas. Belum tentu perkara sebanyak itu," kata Fajar.

Juru bicara MK Fajar Laksono menambahkan bahwa sekarang ini MK masih melakukan proses registrasi, setelah itu baru sidang perdana atau pemeriksaan pendahuluan untuk PHPU pada 9 Juli 2019. Untuk putusannya sendiri akan diumumkan antara rentang waktu tanggal 6-9 Agustus 2019. "Setelah registrasi, baru kami mulai tanggal 9 Juli sampai tanggal 30 Juli 2019. Putusan antara rentang waktu 6 sampai 9 Agustus 2019," ungkap Fajar.

 


Sumber : tribunnews.com dengan beberapa penyesuaian.

 

 

         

Komentar

blog comments powered by Disqus