Berita

Titiek Soeharto Ajak Masyarakat Lestarikan Hutan Mangrove

Titiek Soeharto Ajak Masyarakat Lestarikan Hutan Mangrove

  • 1 month ago
  • Kesejahteraan Rakyat

YOGYAKARTA –Wana Tirta Kulon Progo yang awalnya hanya sebagai kawasan konservasi telah berkembang menjadi kawasan wisata hutan mangrove, Wana Tirta Kulon Progo menjanjikan sejuta potensi menjadi kawasan wisata mangrove Nasional, khususnya di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dalam rangka memperingati Bulan Menanam Nasional,  Ibu Siti Hediati Soeharto atau biasa disapa Titiek Soeharto mengunjungi kawasan wisata hutan mangrove Wana Tirta pada Rabu, 09/11/2016, sekaligus berdialog dengan kelompok tani sektor kehutanan. Beragam aktivitas pun dilakukan Titiek Soeharto, seperti melakukan penanaman pohon mangrove, meninjau kawasan hutan mangrove menggunakan speedboat, menelusuri jembatan mangrove, temu wicara dengan kelompok-kelompok tani maupun konservasi hutan mangrove, dialog dengan penyuluh kehutanan, sampai penyaluran bantuan pemerintah kepada masyarakat tani di kawasan hutan mangrove Wana Tirta Kulon Progo.

Seperti yang telah diketahui, acara  yang diadakan di hutan mangrove Wana Tirta, Pasir Mendit, Kabupaten Kulon Progo tersebut masuk dalam agenda pamungkas kunjungan resmi masa reses Titiek Soeharto yang saat itu masih menjabat sebagai anggota DPR RI.

Titiek Soeharto pun didaulat melakukan tanam pohon mangrove. Selepas melakukan tanam pohon mangrove, Titiek Soeharto bersama Bupati Kulon Progo dan jajarannya diajak mengelilingi pesisir hutan mangrove menggunakan speedboat menuju tempat temu wicara dimana sudah menunggu beberapa kelompok tani sektor kehutanan, penyuluh kehutanan, dan warga sekitar kawasan wisata hutan mangrove Wana Tirta.

Saat temu wicara, Titiek Soeharto juga menyempatkan diri untuk mengajak seluruh elemen masyarakat Kulon Progo agar menyadari betapa penting melestarikan hutan mangrove. Bahwa hutan mangrove juga adalah habitat kehidupan beberapa satwa seperti ikan, kepiting, dan lain-lainnya yang nantinya jika ekosistem tersebut terpelihara dengan baik maka akan menjadi nilai tambah bagi masyarakat.

Titiek Soeharto menuturkan bahwa, hutan mangrove sebagai benteng garis pantai agar terhindar dari abrasi akibat air laut serta sebagai penahan angin maupun gelombang pasang laut. Sehingga dengan melestarikan hutan mangrove maka bangsa Indonesia sama saja sudah mewariskan sesuatu yang kelak sangat berharga bagi generasi berikutnya. Di akhir acara, Titiek Soeharto menerima kenang-kenangan berupa Plakat dan batik khas Kulon Progo dari masyarakat setempat.

Sumber : www.cendananews.com dengan beberapa penyesuaian

     

Komentar

blog comments powered by Disqus