Berita

Titiek Soherto Hadiri Acara Doa Bersama Presidium Emak-Emak Republik Indonesia

Titiek Soherto Hadiri Acara Doa Bersama Presidium Emak-Emak Republik Indonesia

  • 2 months ago
  • Opini dan Motivasi

Begitu banyak hal sosial yang dapat dilakukan menjelang akhir bulan suci Ramadhan ini. Tentu setiap umat Islam banyak memanfaatkan waktu menjelang akhir Ramadhan ini dengan sebaik mungkin. Hal itu pula yang dilakukan oleh Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto yang juga merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, kemarin Kamis (30/5). Dalam sebuah kesempatan, Titiek Soeharto terlihat menghadiri doa bersama Presidium Emak-emak Republik Indonesia (PERI) untuk para korban aksi 22 Mei 2019.

Acara yang dilangsungkan di Masjid At Tin, Jakarta Timur, berlangsung dengan penuh khidmat ini dihadiri oleh ibu-ibu yang memenuhi pelataran Masjid At Tin. Titiek Soeharto yang duduk di atas panggung tampak dipersilahkan untuk memberikan sambutan. Sesaat sebelum Titiek Soeharto berdiri dan memberikan sambutan, Titiek Soeharto diteriaki oleh emak-emak dengan sebutan 'Ibu Presiden'. Namun, teriakan emak-emak tersebut langsung diberi respon oleh Titiek Soeharto. Titiek seperti memberikan kode agar peserta diam, sebab dirinya juga mengatakan bahwa presidennya harus terlebih dulu berjuang. "Presiden jadi dulu, harus berjuang," ungkap Titiek Soeharto.

Seperti dilansir dalam detik.com, dalam sambutannya Titiek Soeharto mengatakan bangsa Indonesia seharusnya bersuka cita dalam demokrasi. Namun, dirinya menyebut saat ini justru bangsa Indonesia tengah mengalami ujian, yakni kesemana-menaan dan kezaliman.

"Di bulan ini bangsa Indonesia harusnya bersuka cita menghadapi pesta demokrasi. Di bulan Ramadhan ini, Allah menurunkan ujian begitu berat. Yaitu ujian kesemena-menaan dan kezaliman yang melukai harkat dan martabat kita," ungkap Titiek Soeharto.

Lebih lanjut, Titiek menyebutkan bahwa dirinya merasa sangat terluka melihat banyaknya korban yang meninggal dunia dalam pelasanaan aksi 22 Mei 2019 kemarin. Dirinya pun mengecam keras atas kejadian tersebut. Ia juga merasa hatinya sangat pilu dan terluka. Sebab, tindakan yang terjadi pada pelaksanaan aksi 22 Mei 2019 kemarin sudah jauh dari kata perikemanusiaan.

"Hati kami para ibu, sangat pilu dan terluka. Juga memendam amarah akan semua tindak kekerasan yang mereka alami secara berlebihan. Tindakan itu sudah jauh dari kata perikemanusiaan," tutur Titiek Soeharto.

 

         

Komentar

blog comments powered by Disqus