Berita

Try Sutrisno: Ibu Tien Membekali Soeharto Sambal Teri dan Kering Tempe

Try Sutrisno: Ibu Tien Membekali Soeharto Sambal Teri dan Kering Tempe

  • 6 months ago
  • Kesejahteraan Rakyat

Selama ini HM. Soeharto memang dikenal sebagai sosok pemimpin yang sangat memperhatikan rakyat kecil. Tak hanya itu, mantan Presiden RI ke-2 HM. Soeharto ini terkenal memiliki kepribadiannya yang sangat sederhana. Bahkan kesederhanaan hidup HM. Soeharto banyak digambarkan dalam berbagai buku mapun dokumen dan catatan sejarah selama 32 tahun beliau memimpin Indonesia.

Dalam sejumlah catatan tertulis bahwa sejak HM. Soeharto masih menjadi anggota ABRI, HM. Soeharto selalu melakukan laku prihatin. Hal itu pun masih tetap dilakukan oleh HM. Soeharto walaupun beliau saat itu telah menjadi Presiden Indonesia. Kesederhaan layaknya HM. Soeharto inilah yang sulit ditemukan pada sosok pemimpin saat ini.

Sebagai contoh, pada saat meresmikan Monumen Bibis,suguhan makanan yang diberikan HM. Soeharto sangat sederhana. Hanya makanan tradisional seperti gembili dan ketela. Makanan tersebut ternyata makanan kesukaan HM. Soeharto. Hal tersebut diungkapkan oleh Sunardi, Kepala Dusun Bibis, Bangunjiwo, Kasihan Bantul yang sedikit banyak mengetahui jejak HM. Soeharto di dusunnya. Sunardi menambahkan bahwa kesederhanaan itu sebagai salah satu laku prihatin yang dicontohkan seorang pemimpin besar sekaliber HM. Soeharto pada rakyatnya. Dimana sebagai seorang manusia, khususnya masyarakat Jawa harus selalu hidup dalam kesederhanaan dan tidak berlebih-lebihan.

"Kalau saat ini kan sangat sulit mencari pemimpin yang seperti itu. Padahal sikap laku prihatin seorang pemimpin seperti itu, akan sangat menentukan dan memengaruhi kondisi bangsa dan negara yang dipimpinnya. Tak heran, selama HM. Soeharto memimpin, kondisi bangsa dan negara selalu dalam keadaan stabil, aman, dan tentram," ungkap Sunardi.

Sementara itu, sikap hidup sederhana dan kegemaran melakukan laku prihatin sosok HM. Soeharto itu juga diungkapkan Jendral TNI (Purn) Try Sutrisno dalam buku “Pak Harto The Untold Stories”. Dalam penuturannya, mantan ajudan HM. Soeharto serta mantan Panglima ABRI itu mengaku pernah diminta menemani Pak Harto melakukan kunjungan incognito di sejumlah desa Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur secara rahasia. Perjalanan itu ditempuh dengan jalur darat selama 2 minggu tanpa prosedur pengawalan Presiden. Perjalanan ini dimaksudkan untuk mengecek langsung dan melihat sendiri pelaksanaan program-program pemerintah.

“Kami tidak pernah makan di restoran. Menginap di rumah kepala desa atau rumah-rumah penduduk. Untuk urusan logistik, selain membawa beras dari Jakarta, Ibu Tien membekali sambal teri dan kering tempe. Kami benar-benar prihatin saat itu. Saya melihat Pak Harto sangat menikmati perjalanan keluar masuk desa itu,” ungkap Try Sutrisno.

Sumber : berbagai sumber (dengan beberapa penyesuaian)

         

Komentar

blog comments powered by Disqus