Berita

Tutut Soeharto dan Mamiek Soeharto Tinjau Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak di Jember

Tutut Soeharto dan Mamiek Soeharto Tinjau Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak di Jember

  • 11 days ago
  • Kesejahteraan Rakyat

Siti Hardijanti Rukmana atau akrab disapa Tutut Soeharto yang merupakan putri pertama mantan presiden RI ke-2 HM Soeharto meninjau kegiatan bakti sosial Operasi Katarak di RS Citra Husada, Jember pada Sabtu, 3 November 2018. Dalam acara bakti sosial tersebut, Tutut Soeharto datang ke RS Citra Husada Jember didampingi oleh Siti Hutami Endang Adiningsih atau akrab disapa Mamiek Soeharto beserta rombongan lainnya. Kedatangan Tutut Soeharto, Mamiek Soeharto dan rombongan disambut langsung oleh Kepala RS Citra Husada.

Dalam sambutannya, Tutut mengingatkan bahwa tujuan bakti sosial operasi katarak ini untuk membantu masyarakat tidak mampu sesuai dengan yang apa yang sudah diamanatkan oleh ayahnya, HM. Soeharto. “Bakti sosial ini bertujuan untuk membantu agar masyarakat menjadi sehat. Dengan masyarakat yang sehat maka negara akan sejahtera seperti keinginan almarhum HM Soeharto,” ungkap Tutut.

Operasi katarak gratis di RS Citra Husada ini terselenggara atas kerja sama dengan Persatuan Dokter Ahli Mata (Perdami) yang melibatkan 100 orang penderita dari 160 orang yang mendaftar. Seperti diketahui, pasien yang mendaftar untuk melakukan operasi katarak gratis di RS Citra Husada ini tidak hanya berasal dari Jember, numun juga berasal dari daerah-daerah di Sekitar Jawa Timur.

Selain katarak,  Tutut  juga mengajak masyarakat untuk melaporkan sejak dini kepada beliau maupun dinas kesehatan jika mengetahui ada yang menderita kusta. Seperti diketahui, Tutut Soeharto merupakan salah seorang yang aktif dalam memerangi LEPROPHOBYA (takut terhadap Kusta) sejak di pertengahan tahun 1987 lalu. “Kalau sampai ada penderita kusta segera dilaporkan agar segera ditangani dari sedini mungkin, sehingga tidak menular kepada yang lain,” ujar Tutut dalam kesempatan yang sama.

Sementara itu, Tutut pun ikut mengingatkan masyarakat agar tidak takut terhadap kusta. Penyakit tersebut tidak menular secara mendadak. Namun, jika dibiarkan dan bersentuhan terus menerus akan besar kemungkinan tertular. “Jangan takut, ayo saya temani untuk mendaftar. Kamu tak harus malu, karena kalau malu semakin dalam sakitnya dan akan menderita. Akhirnya cacatnya yang timbul. Kalau sudah cacat tidak bisa disembuhkan lagi,” terang salah satu tooh wanita Indonesia yang juga pernah berada di dalam Kabinet Pembangunan ini.

Tak hanya penyakit katarak dan kusta, Tutut pun mengajak masyarakat yang memiliki anak menderita bibir sumbing untuk dapat mendaftarkan supaya segera mendapatkan penanganan. Terakhir, tak lupa Tutut juga mengapresiasi kerja sama antar berbagai lembaga dalam memberikan layanan kepada masyarakat secara gratis. Tutut  pun berpendapat bahwa dengan masyarakat yang sehat akan membuat negara kuat.

“Kalau sakit-sakitan tidak ada yang akan menjaga negara. Jagalah kesehatan dengan sebaik-baiknya,” tegas penggerak Kirab Pemuda Indonesia ini.

 

Sumber : cendananews.com (dengan beberapa penyesuaian)

">

     

Komentar

blog comments powered by Disqus