Berita

Tutut Soeharto : Ibuku Hebat, Ibuku Jempol

Tutut Soeharto : Ibuku Hebat, Ibuku Jempol

  • 3 months ago
  • Opini dan Motivasi

Raden Ayu Siti Hartinah atau dikenal dengan Tien Soeharto yang merupakan istri dari  Presiden Republik Indonesia ke-2 HM. Soeharto. Tien Soeharto merupakan canggah Mangkunegaran III dari garis silsilah ibunya. Meskipun Tien Soeharto memiliki gelar bangsawan, namun awal perjalanan hidupnya tak "semegah" yang orang-orang kira. Kala itu, bapaknya  bertugas sebagai pamong praja mulai dari Klaten ke Jumapolo, lalu ke Matesih, Solo, dan Kerjo membuat Tien kecil hidupnya berpindah-pindah mengikuti tugas sang bapak.

Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan memaksa perempuan kecil itu untuk terus berkarya di usia belia. Selain mengemban pendidikan di sekolah dasar Ongko Loro dan HIS, TIen juga menempa diri dengan belajar membatik dan les mengetik. Ketika beranjak dewasa, Tien sempat bergabung dengan Barisan Pemuda Putri di bawah Fujinkai atau Barisan Wanita tentara Jepang.

Soeharto Meminang Tien

Tepat setahun setelah karier perjuangan kemerdekaannya selesai, pada 26 Desember 1947 Tien dipinang oleh Letnan Kolonen Soeharto. Kala itu, HM. Soeharto tidak yakin jika Tien mau menjadi istrinya. Alasan sederhana, Tien adalah seorang putri bangsawan Jawa, sedangkan HM. Soeharto hanyalah anak seorang petani. Namun, tak disangka keluarga Tien pun menerima HM. Soeharto hingga akhirnya mereka menikah dan dikaruniai 6 orang anak.

Saat menikahi Tien, HM. Soeharto seorang Danrem di Yogyakarta yang hidup dengan standar kehidupan yang harus disesuaikan di masa perjuangan Republik Indonesia. Seperti yang dilansir dalam catatan putri sulung mantan Presiden RI, Siti Hardijanti Rukmana, Tien adalah seorang ibu yang hebat. Tien tak hanya hebat di mata anak-anaknya, tetapi juga dimata saudara, ipar-iparnya dan juga di mata masyarakat Indonesia. Ketika menjabat menjadi seorang Danrem HM. Soeharto juga harus menghidupi adik-adiknya dan juga adik istrinya yang ikut bersamanya tinggal di rumah jabatan. Tutut mengungkapkan kala itu penghasilannya tidak cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dengan jumlah keluarga yang sangat besar. Namun, Tien banyak akal, untuk membantu kehidupan sehari-hari, Tien memanfaatkan lahan di samping rumahnya untuk menanam tempe dan sayur-sayuran yang hasilnya akan diolah menjadi bahan makanan sehari-hari di rumah dengan jumlah orang yang sangat besar.

"Kata bapak kala itu, ibu banyak akal. Karena itulah ia menikahinya," tulis Tutut yang dilansir dari blog pribadinya.

Ibuku Sosok Hebat

Tutut juga bercerita, kala itu Tien juga ingin beternak ayam agar bisa mengambil telur buat lauk, tetapi modalnya tidak cukup. Namun itu semua tak mematahkan semangatnya, Tien pun akhirnya menanam terong. Kehebatan sang Ibu inilah yang membuat anak-anaknya merasa sangat bangga dengan sosok mendiang ibunya.

Seperti diketahui Tien juga sangat memengaruhi kehidupan HM. Soeharto, kesetiaannya pada mendiang HM. Soeharto begitu sangat terasa bahkan saat HM. Soeharto ingin berhenti dari ketentaraannya dan memilih untuk menjadi petani atau sopir taksi.

"Saya dulu diambil istri oleh seorang prajurit dan bukan oleh supir taksi. Seorang prajurit harus dapat mengatasi setiap persolan dengan kepala dingin walaupun hatinya panas," ujar  Tien meyakinkan HM. Soeharto seperti dikutip dari Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.

Kesederhanaan dan kesetiaan kisah hidup saat Tien Soeharto dan HM. Soeharto  begitu membekas dan sangat menginspirasi anak-anaknya. Terlebih semangat HM. Soeharto dan Tien Soeharto untuk tidak menyerah dalam keadaan apapun. Hal itu yang membuat para anak-anaknya dari HM. Soeharto dan Tien Soeharto untuk selalu hidup dengan penuh kesederhanaan meskipun mereka telah hidup dengan sangat berkecukupan. Satu hal yang selalu mereka contoh dari orang tua mereka, yakni semua yang kita ingin lakukan, jika hal itu baik pasti akan ada jalan yang ditunjukkan.

"Kenangan manis bapak dan ibu yang selalu memicu saya untuk tidak menyerah dalam keadaan apapun juga. Selama ada kemauan, di situ selalu ada jalan," tulis Tutut dalam blog pribadinya.

 

         

Komentar

blog comments powered by Disqus