Berita

Tutut Soeharto: Pesantren Merupakan Benteng Moral dan Sumber Investor Dalam Upaya Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Tutut Soeharto: Pesantren Merupakan Benteng Moral dan Sumber Investor Dalam Upaya Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

  • 2 months ago
  • Pernyataan Politik

Siti Hardijanti Rukmana atau akrab disapa Tutut Soeharto memberikan sambutan dalam peresmian berdirinya Rumah Sehat di Komplek Pondok Pesantren Al-Ishlah, Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu 3 November 2018 pekan lalu. Dalam sambutannya, Tutut menuturkan bahawa pesantren merupakan benteng moral dan sumber investor dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Pesantren sebagai sebuah sistem pendidikan khas Indonesia merupakan benteng moral bagi bangsa, dan salah satu sumber investor dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa," ujar Tutut dalam kesempatan tersebut.

Putri mantan Presiden RI ke 2 HM. Soeharto ini juga mengungkapkan bahwa  dahulu banyak pesantren dipersepsikan sebagai lingkungan yang standar kesehatannya kurang bagus. Namun, sekarang kini sudah banyak pesantren dikelola dengan manajemen yang semakin baik, sebagaimana Ponpes Al-Ishlah ini. “Bahkan, kini mendirikan Rumah Sehat untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi keluarga besar pondok pesantren dan masyarakat sekitar,” ungkap Tutut.

Selain itu, Tutut pun berharap, Rumah Sehat KH Muhamad Ma’shum ini dapat semakin berkembang dan menjadi inspirasi bagi pesantren-pesantren lainnya dalam menyelenggarakan lingkungan pendidikan yang dikelola dengan baik. “Pendidikan pesantren yang dikelola dengan baik, akan melahirkan berbagai sumber daya pembangunan yang semakin baik pula. Selamat berkarya untuk bangsa, dan semoga keluarga besar pondok pesantren dan masyarakat sekitar semakin sehat,” tegas Tutut.

Pesantren Al-Ishlah, sebagimana disampaikan Siti Hardijanti Rukmana, pertama kali didirikan oleh KH Muhammad Ma’shum di atas lahan seluas setengah hektare, pada tahun 1970, dan diberi nama Pondok Pesantren Miftahul Ulum. Artinya, ‘kunci ilmu pengetahuan’. Namun pada tahun1973, namanya diubah menjadi Ponpes Al-Ishlah, yang berarti ‘perbaikan’, dan luasannya berkembang menjadi 10 hektare. “Dan, Ponpes Al-Ishlah sebagaimana pondok pesantren lain di Indonesia pada saat ini, tidak hanya mengajarkan pendidikan agama, namun juga mengajarkan wawasan pengetahuan sebagaimana pendidikan formal, sekaligus melengkapi peserta didiknya dengan keterampilan,” ungkap Tutut.

     

Komentar

blog comments powered by Disqus