Berita

Tutut Soeharto: Sampai Saat Ini Kami Terus Mengikuti Kata Bapak

Tutut Soeharto: Sampai Saat Ini Kami Terus Mengikuti Kata Bapak

  • 5 months ago
  • Opini dan Motivasi

Siti Hardiyanti Rukmana atau akrab disapa Tutut Soeharto menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Darusaalam, Fatmawati, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Kehadiran Tutut Soeharto di masjid tersebut dalam rangka memenuhi undangan dan bersilaturahim dengan jamaah Majelis Taklim Faqiatuddin. Dalam peringatan Maulid Nabi tersebut, Tutut Soeharto hadir didampingi oleh Raslina Rasidin yang merupakan Caleg Partai Berkarya untuk Dapil 3 DKI Jakarta, Priyo Budi Santoso atau Priyo yang merupakan Sekretaris Jenderal Partai Berkarya dan beberapa rekan lainnya. 

Saat Tutut beserta rombongan hadir, Umanah Hulwani Hidayat, Pimpinan Majelis Taklim Faqihatuddin mengaku senang. Ia berterima kasih karena Tutut Soeharto bersedia memenuhi undangannya. Dia juga mengungkapkan bahwa sudah lama menantikan kehadiran Tutut di majelisnya, terutama para jamaahnya yang sejak dulu hanya bisa melihat Tutut Soeharto dari layar televisi. 

“Putri (mantan) presiden kita bisa hadir sebagai hadiah hari ini. Ada sekitar lima ribu jamaah yang hadir, mudah-mudahan terlepas semua capeknya. Kemaren kita cuma bisa lihat Mbak Tutut di televisi doang, sekarang  ayo dipandangi,” ungkapnya sembari mencairkan suasana jamaah.

Dalam kesempatan tersebut, Tutut Soeharto turut mengajak jamaah yang hadir untuk selalu menanamkan sifat sabar dalam hidupnya. Karena sabar merupakan salah satu akhlak yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umatNya. Tutut berpesan agar kita menjadi pribadi yang pemaaf dan tidak pendendam. Sementara itu, di sela sambutanya ia bercerita kejadian 20 tahun silam saat ayahnya HM. Soeharto memilih berhenti dari jabatannya. Waktu itu, ia bersama dengan adik-adiknya dipanggil menghadap. Seketika ayahnya HM. Soeharto mengutarakan niatnya untuk berhenti menjadi Presiden dikarenakan sebagian rakyat Indonesia menginginkannya. 

"Waktu Bapak berhenti jadi presdien kami anak-anaknya dipanggil. Kenapa Bapak berhenti, karena sudah diminta rakyat,” ungkap Tutut Soeharto. 
Kala itu, pernyataan HM. Soeharto membuat anak-anaknya terkejut dan sontak mengingatkan bahwa banyak orang yang menyayangi beliau. “Pak kenapa, Bapak tidak melakukan sesuatu, karena yang sayang Bapak juga banyak,” ujar Tutut.

Namun, menurut Tutut saat itu ayahnya menolak usulan anak-anaknya. HM. Soeharto ia tidak mau ada perang saudara. Sebab, jika tetap dilanjutkan menjadi presiden, Indonesia bisa terlibat perang saudara. Oleh karena itu, ayahnya kemudian meletakkan jabatan sebagai presiden RI secara legowo. Selain itu, di sela-sela perbincangan HM. Soeharto sempat berpesan kepada putra-putrinya bahwa HM. Soeharto menginginkan anak-anaknya menjadi pribadi penyabar dan meminta agar mereka tidak menjadi pendendam. Pesan itulah yang hingga saat ini selalu terngiang dalam benak Tutut, adik-adiknya beserta keluarga besar HM. Soeharto.

“Sampai saat ini kami terus mengikuti kata Bapak, ingat sabar dan jangan dendam,” ungkap Tutut Soeharto. 

Tak hanya itu, Tutut mengungkapkan rasa syukurnya karena ia terlahir dari seoarang ayah dan ibu yang teguh memegang ajaran Rasulullah untuk selalu jadi pribadi yang sabar dan tidak pedendam. “Bapak ternyata mengikuti apa kata rasul yang selalu sabar dan tidak pernah dendam. Alhamdulillah, saya lahir dari orang tua saya yang demikian,” kata Tutut.

Selain itu, pada kesempatan Maulid tersebut, tak sedikit jamaah yang curhat kepadaTutut tentang kerinduannya dengan gaya kepemimpinan Soeharto. Salah satunya Maimunah, seorang jamaah asli Tegal. Ia merasa kepresidenan sekarang ini jauh kualitasnya dibanding 32 tahun lalu. Maimunah mengungkapkan perasaannya sambil menahan tangis. Berkali-kali Tutut merangkul Maimunah menenangkannya. Kerinduan yang sama juga diungkapkan Kyai Munahar Mukhtar, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta. Pada awal ceramahnya, ia mengajak jamaah turut mendoakan Tutut dan keluarganya.

“Mbak Tutut kita doakan sehat terus, kita kangen sama zaman Pak Harto. Mudah mudahan besok sama pemimpinnya seperti Pak Harto,” ungkap Munahar. 
 

         

Komentar

blog comments powered by Disqus