Partai Berkarya : Ekonomi Kerakyatan

Ekonomi Kerakyatan

Ekonomi Kerakyatan

Ekonomi Kerakyatan

 




EKONOMI KERAKYATAN

Menyiapkan masadepan yang gemilang untuk putra putri ibu pertiwi perlu sebuah partai politik  yang betul-betul mengakar kepada alam dan isinya. Yang bisa menjadi perekat yang erat ke-bhineka tunggal ika – an, dan bisa menjadi alat untuk memperjuangkan aspirasi rakyat, karena bagaimanapun negara ini tidak akan berjalan tanpa partai politik. Semoga Partai Berkarya  bisa menjadi Partai Modern yang dinamis sehingga mudah untuk dijadikan alat untuk menyatukan visi misi antar suku bangsa.


Dasar Pola Pikir Ekonomi Kerakyatan
Ada perbedaan pola pikir dari masa ke masa yang saya perhatikan, pada masa sejarah banyak mahasiswa yang di kirim ke barat  dan menghasilkan pola pikir barat. Juga ada mahasiswa yang dikirimkan ke timur dan menghasilkan ideologi timur. Pada dasarnya semua menuju kepada satu tujuan yaitu kepentingan rakyat. Karena rakyat adalah bagian dari suatu negara atau unsur penting dari suatu pemerintahan. Dikatakan rakyat terdiri dari beberapa orang yang mempunyai ideologi yang sama dan tinggal di daerah atau pemerintahan yang sama dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama yaitu untuk membela negaranya bila diperlukan. Seharusnya mulai dari kultur, dengan skup kecil membentuk satu pola pikir baru. Pada dasarnya semua tujuan sama untuk memakmurkan Negri dan rakyatnya secara terus menerus. 


Ketika kita uji sebuah konsep ekonomi baru yang harus kita patenkan menjadi sebuah tujuan bersama dalam sebuah partai politik . Yang sudah pasti akan ada hambatan yang timbul. Dan kita harus jeli dan berhati hati dalam menjalankan konsep tersebut. Sudah banyak  yang menjalankan konsep Ekonomi Kerakyatan, banyak cendikia dan aktifis yang menggabungkan konsep itu. Tapi mana ? Mungkin kita harus menyikapi pertanyaan kecil “bagaimana ulat menyebrangi sungai?, ya dengan menjadi kupu-kupu, bukan?. Sepertinya  hambatan utama nya adalah dari sektor permodalan yang lebih utama. Kalo saya lihat dari sisi sumber daya manusia sangat bisa dimaksimalkan dengan lakukan pelatihan dan pendampingan yang terus menerus. 

Menurut saya kalau seandainya saja gabungkan semua konsep dengan pola P4 Public Placement Program for People itu akan sangat tidak menjadi beban. Contohnya  dengan gandeng perusahaan swasta lokal atau BumDes, dikumpulkan di jadikan satu dalam badan hukum koperasi kerakyatan. Hal ini untuk memudahkan administrasi aplikasi pendanaan lokal, sudah pasti ada yang bisa dijadikan equity untuk modal dasar usaha.

Musuh terbesar Rakyat  adalah kapitalis
Kapitalisme berprinsip “penduduk sebagai kaum pemodal yang berjumlah 20% menguasai ekonomi 80% penduduk lainnya” dan Komunisme berprinsip “penduduk kaum pemodal dan kaum pekerja/buruh 50%:50% bagi rata”. Dan dengan Indonesia saat ini ternyata 10% penduduk menguasai ekonomi 90% ekonomi Indonesia, itu artinya saat ini Indonesia adalah Super Kapitalis. Seharusnya seperti Apa Ekonomi ala Indonesia yaitu Ekonomi Kerakyatan. Karena, Pengusaha seharusnya 5%, sebagai pengusaha/enterpreneur saja tidak memiliki “aset” dari rakyat! dan 95% kembali kepada Rakyat. Tanah dan Air serta isinya dikembalikan kepada Rakyat melalui Koperasi Kerakyatan. Tanpa Exploitasi manusia atas manusia lainnya dan bangsa atas bangsa lainnya. Untuk memulainya bisa digunakan konsep seperti ini, misalkan 5 desa digabungkan karena ada kesamaan komoditi terbaiknya. Lalu dibuka kan pabrik agar bisa menjadi tolak ukur untuk mengukur entrepreneurship atau dengan dibentuk satu lembaga management aset desa. Indonesia adalah negara yang terdiri dari banyak suku bangsa. Terkadang apabila kita paksa gabungkan beberapa kultur, terasa tidak akan nyambung. Maka karena itu, perlu satu sistem yang menyambungkannya sebagai landasan pacunya. Yaitu sistem ekonomi baru ekonomi kerakyatan yang berdasar pancasilaisme.

Meneropong Konsep Ekonomi Baru dengan dasar Pancasila

Yang diperlukan oleh rakyat adalah dari  rakyat oleh rakyat untuk rakyat. Yaitu berjalannya Ekonomi Kerakyatan dalam sebuah badan hukum koperasi kerakyatan yang didasari konsep Ekonomi Pancasila  sehingga akan terciptanya satu konsep ekonomi baru. Yang disebut “Ekonomi Pancasilaisme” yang terdiri dari
5 prinsip yang berintegritas berdasar kepada :
Bisnis Digunakan pada Nilai Etis Berdasarkan Wahyu Allah.
Pembangunan Berkelanjutan dengan konsep Tekhnologi “Hijau Bumi untuk Langit Biru” untuk menjaga Hukum AlamNYA.
Bhinneka Tunggal Ika dengan Kesetaraan Kebangsaan Kemanusiaan Berdasarkan Hak Asasi Manusia.
Musyawarah Mufakat berdasarkan Gotong Royong dengan Konsep Kemitraan Koperasi Kerakyatan untuk rakyat.
Tujuan Bisnis untuk Keadilan Sosial sebagai Kewajiban Manusia

Bumdes atau Lembaga Asset
Pemerintah saat ini sedang menguatkan BumDes, saya pribadi mendukung penuh dengan konsep ini. kenapa? karena apabila stabil ekonomi desa, saya yakin ekonomi negara pun akan kokoh. Begitulah seperti halnya kita membuat sebuah bangunan, pondasi yang kuat akan menjadi bangunan yang kuat. Terus menerus  me maksimal kan potensi sumber daya alam desa agar mendapatkan hasil yang maksimal, terutama didalam penempatan dan pemanfaatan hasil dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat, bukan dari rakyat oleh rakyat untuk tengkulak.
Saudara.., catatan ini hanyalah sebuah opini, tentu masih banyak kekurangan yang harus dilengkapi, tapi terkadang saya bingung  harus darimana saya memulai. Karena menurut saya tidak hanya cukup dengan doa  tapi harus dengan usaha, tidak cukup hanya dengan terima  tapi dengan kasih, tidak cukup hanya dengan cinta tapi harus dengan kasih sayang. Ya semoga dengan hadirnya  Partai Berkarya, akan bisa membawa perubahan menjadi yang lebih baik dimasa yang akan datang,  menjadi sebuah Partai Politik yang sesuai harapan bagi seluruh Rakyat Indonesia. 


Elhan Zakaria
(sekretaris DPD jakarta Pusat)


Forum diskusi :elputrahanss@gmail.com 
twitter.com/elhanzakaria | instagram.com/elhan_zakaria/

Penulis: Ekonomi



Komentar